
Konon, menurut legenda Persia, barang siapa memiliki sebuah jam pasir yang berisi Sands of Time (pasir waktu) akan mampu membalikkan waktu. Jam pasir ini adalah pemberian para dewa yang tak bisa dipergunakan sembarangan. Di tangan orang yang baik, jam pasir ini bisa mendatangkan kebaikan dan sebaliknya di tangan orang yang jahat maka kehancuran yang ditimbulkannya juga tidak terbayangkan.
Satu-satunya orang yang bisa mengeluarkan ‘pasir waktu’ ini dari dalam jam pasir adalah Dastan (Jake Gyllenhaal) yang memiliki Dagger of Time (belati waktu). Dastan, sang pangeran, bukanlah pria yang jahat namun dengan tipu daya sang wazir (Gisli Orn Gardarsson), Dastan akhirnya melepaskan ‘pasir waktu’ ini dan mengakibatkan kekacauan di mana-mana.
Seluruh kerajaan seketika musnah dan penghuninya berubah menjadi monster yang menakutkan. Kini keselamatan seluruh dunia berada di tangan Dastan. Ia harus berhasil mengembalikan ‘pasir waktu’ ini ke dalam jam pasir dan menghentikan kehancuran di muka bumi. Untungnya, Dastan sang pangeran tidak sendiri. Ada Putri Tamina (Gemma Arterton) yang bersedia membantunya dalam misi mulia ini.
ALUR CERITA
Tokoh utamanya, Sang Pangeran (Prince), semula adalah seorang anak jalanan yang tinggal di jalan-jalan negeri Persia (sekarang Iran). Suatu saat dia bertemu dengan Puteri Sultan Persia (Princess). Ia sangat tertarik dengan kecantikan puteri tersebut yang bagai sinar bulan yang terbit dari surga. Sang puteri juga tampaknya membalas cinta dari anak yang kelak akan menjadi pangeran tersebut.
Sampai suatu hari, Sultan Persia harus pergi berperang di suatu tempat yang jauh. Mengetahui sultannya pergi, Jaffar, salah seorang petinggi (Grand Vizier) di negeri tersebut, berupaya untuk merebut kekuasaan sultan bagi dirinya sendiri. Ia bahkan memaksa Sang Puteri agar mau menikahinya. Tetapi tentu saja Sang Puteri menolak lamaran Jaffar yang akan merebut kekuasaan ayahnya tersebut. Dengan kekuatan sihirnya, Jaffar lantas memberikan ultimatum kepada puteri: Menikah dengannya atau kalau tidak ia akan mati dalam waktu satu jam. Tak ada yang dapat dilakukan puteri pada saat itu. Satu-satunya harapan yang dimilikinya adalah pada kekasihnya yang dapat menyelamatkannya.
Namun Sang Puteri tidak mengetahui bahwa kekasihnya pun sudah ditawan oleh Jaffar dalam sebuah penjara di bawah tanah. Penjara tersebut dijaga ketat oleh para sipir yang bersenjatakan pedang. Untuk dapat menyelamatkan puteri, sang calon pangeran harus bisa kabur dari penjara tersebut melalui jalan yang berliku-liku dan berbahaya, melompati jurang, memanjat dinding, melewati para penjaga, dan menghindari berbagai jebakan yang bisa membunuhnya saat itu juga.
Di sinilah permainan tersebut dimulai. Pemain harus menggerakan tokoh si calon pangeran tersebut berpetualang saat keluar dari penjara dalam upayanya untuk menyelamatkan puteri. Walaupun puteri tengah ditawan dan tidak berdaya, namun dalam suatu waktu ia masih bisa menolong dengan mengirimkan tikus putih peliharaannya untuk membantu. Petualangan itu harus diselesaikan sesegera mungkin, tidak boleh lebih dari satu jam. Bila terlambat, maka puteri akan meninggal dunia dan permainan berakhir. Bila berhasil, maka menjelang akhir permainan tokoh tersebut akan bertemu langsung dengan Jaffar. Ia harus bisa mengalahkan Jaffar dalam sebuah permainan pedang agar ia bisa menyelamatkan puteri. Bila Jaffar terkalahkan, maka pengaruh sihirnya akan lenyap dan puteri bisa segera diselamatkan.
Setelah puteri terselamatkan dan Sultan kembali dari medan perang, sang pahlawan lantas menikah dengan sang puteri. Ia pun diangkat menjadi Pangeran Persia. Mereka pun hidup berbahagia, walau tidak untuk selamanya karena dalam seri selanjutnya dari permainan ini Jaffar kembali mengganggu ketentraman mereka.
LINK SUMBER :
No related posts.
Related posts brought to you by Amazon plugin.