Archive for June, 2010

Prince Of Persia ( Sands Of Time )

Tuesday, June 1st, 2010

POP

Konon, menurut legenda Persia, barang siapa memiliki sebuah jam pasir yang berisi Sands of Time (pasir waktu) akan mampu membalikkan waktu. Jam pasir ini adalah pemberian para dewa yang tak bisa dipergunakan sembarangan. Di tangan orang yang baik, jam pasir ini bisa mendatangkan kebaikan dan sebaliknya di tangan orang yang jahat maka kehancuran yang ditimbulkannya juga tidak terbayangkan.
Satu-satunya orang yang bisa mengeluarkan ‘pasir waktu’ ini dari dalam jam pasir adalah Dastan (Jake Gyllenhaal) yang memiliki Dagger of Time (belati waktu). Dastan, sang pangeran, bukanlah pria yang jahat namun dengan tipu daya sang wazir (Gisli Orn Gardarsson), Dastan akhirnya melepaskan ‘pasir waktu’ ini dan mengakibatkan kekacauan di mana-mana.
Seluruh kerajaan seketika musnah dan penghuninya berubah menjadi monster yang menakutkan. Kini keselamatan seluruh dunia berada di tangan Dastan. Ia harus berhasil mengembalikan ‘pasir waktu’ ini ke dalam jam pasir dan menghentikan kehancuran di muka bumi. Untungnya, Dastan sang pangeran tidak sendiri. Ada Putri Tamina (Gemma Arterton) yang bersedia membantunya dalam misi mulia ini.

ALUR CERITA

Tokoh utamanya, Sang Pangeran (Prince), semula adalah seorang anak jalanan yang tinggal di jalan-jalan negeri Persia (sekarang Iran). Suatu saat dia bertemu dengan Puteri Sultan Persia (Princess). Ia sangat tertarik dengan kecantikan puteri tersebut yang bagai sinar bulan yang terbit dari surga. Sang puteri juga tampaknya membalas cinta dari anak yang kelak akan menjadi pangeran tersebut.
Sampai suatu hari, Sultan Persia harus pergi berperang di suatu tempat yang jauh. Mengetahui sultannya pergi, Jaffar, salah seorang petinggi (Grand Vizier) di negeri tersebut, berupaya untuk merebut kekuasaan sultan bagi dirinya sendiri. Ia bahkan memaksa Sang Puteri agar mau menikahinya. Tetapi tentu saja Sang Puteri menolak lamaran Jaffar yang akan merebut kekuasaan ayahnya tersebut. Dengan kekuatan sihirnya, Jaffar lantas memberikan ultimatum kepada puteri: Menikah dengannya atau kalau tidak ia akan mati dalam waktu satu jam. Tak ada yang dapat dilakukan puteri pada saat itu. Satu-satunya harapan yang dimilikinya adalah pada kekasihnya yang dapat menyelamatkannya.
Namun Sang Puteri tidak mengetahui bahwa kekasihnya pun sudah ditawan oleh Jaffar dalam sebuah penjara di bawah tanah. Penjara tersebut dijaga ketat oleh para sipir yang bersenjatakan pedang. Untuk dapat menyelamatkan puteri, sang calon pangeran harus bisa kabur dari penjara tersebut melalui jalan yang berliku-liku dan berbahaya, melompati jurang, memanjat dinding, melewati para penjaga, dan menghindari berbagai jebakan yang bisa membunuhnya saat itu juga.
Di sinilah permainan tersebut dimulai. Pemain harus menggerakan tokoh si calon pangeran tersebut berpetualang saat keluar dari penjara dalam upayanya untuk menyelamatkan puteri. Walaupun puteri tengah ditawan dan tidak berdaya, namun dalam suatu waktu ia masih bisa menolong dengan mengirimkan tikus putih peliharaannya untuk membantu. Petualangan itu harus diselesaikan sesegera mungkin, tidak boleh lebih dari satu jam. Bila terlambat, maka puteri akan meninggal dunia dan permainan berakhir. Bila berhasil, maka menjelang akhir permainan tokoh tersebut akan bertemu langsung dengan Jaffar. Ia harus bisa mengalahkan Jaffar dalam sebuah permainan pedang agar ia bisa menyelamatkan puteri. Bila Jaffar terkalahkan, maka pengaruh sihirnya akan lenyap dan puteri bisa segera diselamatkan.
Setelah puteri terselamatkan dan Sultan kembali dari medan perang, sang pahlawan lantas menikah dengan sang puteri. Ia pun diangkat menjadi Pangeran Persia. Mereka pun hidup berbahagia, walau tidak untuk selamanya karena dalam seri selanjutnya dari permainan ini Jaffar kembali mengganggu ketentraman mereka.

LINK SUMBER :

Kejamnya Israel

Tuesday, June 1st, 2010

Militer Israel Serang Kapal Kemanusiaan Mavi Marmara, 12 Warga Indonesia Ada Disana

Senin 31 Mei 2010, tentara Zionis Israel menyerang Kapal Mavi Marmara yang mengangkut misi kemanusiaan Freedom Flotilla ke Gaza Palestina.Hingga artikel ini saya tulis, tercatat 19 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.  Rombongan kemanusian ini terdiri dari sembilan kapal dengan berbagai ukuran, mengangkut 10.000 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza dan 750 orang aktivis kemanusiaan dari 50 negara, termasuk dari Indonesia. Tentara Israel menyerbu melalui helikopter setelah sebelumnya mengintai ketat rombongan yang berangkat dari Pelabuhan Antaly Turki ini.

Pada rombongan kemanusiaan ini, terhadapat 12 orang warga Indonesia yang sampai artikel ini saya tulis di blog ini belum diketahui kabarnya, karena seperti yang diberitakan Kompas, ke 12 orang WNI tersebut belum bisa dihubungi, berikut adalah nama-nama WNI dalam misi kemanusiaan tesebut (sumber Kompas.com) :

Dari Mer-C :

  1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
  2. dr Arief Rachman
  3. Abdillah Onim
  4. Nur Ikhwan Abadi
  5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa :

  1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
  2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
  3. Okvianto Baharudin
  4. Hardjito Warno

Dari Sahabat Al Aqsha – Hidayatullah:

  1. Dzikrullah Ramudya
  2. Surya Fahrizal
  3. Santi Soekanto

Tujuan perjalanan ini adalah menembus pengepungan angkatan laut Israel demi mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, kawasan Palestina yang sudah hampir 4 tahun terakhir ini diembargo baik secara militer, politik, dan ekonomi oleh Israel, Amerika Serikat, Mesir dan lain-lain. Embargo itu dikarenakan rakyat Gaza memilih untuk tidak tunduk pada kebijakan penjajah Israel dan menginginkan kemerdekaan sepenuhnya bagi seluruh rakyat dan tanah Palestina yang sejak 63 tahun lalu dijajah Israel (detiknews.com)

Dalam konteks dan alasan apapun, tindakan Penyerangan Militer Israel ini tentunya adalah tindakan terkutuk! Terutama Negara-negara yang warganya menjadi korban serangan ramai-ramai menyatakan ‘kutukan’ terhadap serangan ini.

Saya pribadi berharap, tentunya kutuk dan pengecaman ini tidak hanya dibibir dan statmen politik semata, tapi harus dilanjutkan dengan tindakan politik, embargo ekonomi terhadap Israel atau bila perlu tindakan militer terhadap Israel yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan kemanusiaan sejak dulu dimana yang masih hangat dalam ingatan kita adalah serangan terhadap rakyat Palestina beberapa waktu silam!

SUMBER  :

http://goyangkarawang.com/……..